Serba-Serbi Santan dalam Kemasan

Posted by galih pamungkas Kamis, 27 Desember 2012 0 komentar



Tentunya Clovers sudah tidak asing lagi dengan santan kan? Ya, cairan berwarna putih susu diperoleh dari perasaan daging kelapa yang telah diparut. Jenis kelapa, tingkat ketuaan dan jumlah atau temperatur air yang mungkin ditambahkan adalah beberapa faktor yang mempengaruhi mutu santan. Santan banyak mengandung lemak, air protein dan komponen lainnya yang sangat mudah rusak akibat mikroorganisme, cahaya, oksigen dan temperatur tinggi. Santan segar hanya tahan disimpan selama 24 jam.

Seiring berkembangnya teknologi sekarang sudah mudah dijumpai produk santan dalam kemasan, baik berupa cair maupun bubuk. Santan dalam kemasan bersifat steril dan cenderung lebih awet. Selain itu santan dalam kemasan juga mempermudah para pencinta masak memasak, menghemat waktu, menghemat tenaga, lebih mudah disimpan dan praktis.

Proses pengawetan santan cair dalam kemasan adalah proses pemanasan yang cukup untuk sterilisasi dan mematikan mikroba. Sedangkan tepung santan atau santan bubuk adalah produk yang dihasilkan dari proses pengeringan santan cair dengan teknik perubahan bahan dari bentuk cair ke bubuk atau butir-butiran halus. Tepung santan sangat populer di negara yang tidak menghasilkan kelapa, seperti Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Jepang, dan negara-negara Timur Tengah.

Lalu bagaimana cara penggunaan dan penyimpanan santan dalam kemasan?

- Jangan lupa untuk mengocok santan cair sebelum digunakan karena beberapa komponen santan cair cenderung mudah mengendap. Untuk menggunakan santan bubuk, masukan santan bubuk secukupnya dalam wadah terisi air yang agak hangat. Jangan menggunakan air panas atau air dari lemari es, lalu aduk hingga merata. Hindari menggunakan santan bubuk langsung memasukan ke dalam masakan yang sedang panas, santan akan menggumpal.

- Buka kemasan hanya saat santan akan digunakan, karena sifat steril terutama pada santan cair akan berkurang setelah kemasannya dibuka. Untuk santan bubuk lebih baik jika produk dilengkapi silika gel untuk menjaga kelembaban udara di sekitar kemasan.

- Simpan sisa santan cair dalam lemari es, namun jangan menyimpannya terlalu lama karena santan yang sudah dibuka akan mudah mengalami perubahan kimia, yang juga akan memperngaruhi perubaha tekstur dan rasa pada santan. Untuk santan bubuk tidak perlu disimpan dalam lemari es cukup simpan pada tempat kering dan sejuk. Perhatikan untuk menutup kemasan dengan rapat, karena santan bubuk mudah menyerap air dan menggumpal.

- Jangan lupa selalu cek tanggal kadaluarsa sebelum digunakan.


Nah, Clovers… jadi tidak masalah kalau ingin menggunakan santan dalam kemasan, terutama saat waktu tidak memungkinkan untuk mengolah santan sendiri. Karena proses pembuatan santan dalam kemasan tetap steril dan fungsinya tetap sama dengan santan segar.


Semoga bermanfaat,
Resepkita
Serba-Serbi Santan dalam Kemasan #EANF#

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Serba-Serbi Santan dalam Kemasan
Ditulis oleh galih pamungkas
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://informasiterbaru201.blogspot.com/2012/12/serba-serbi-santan-dalam-kemasan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Apk